Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Ujian Santri di Awal Mondok

 Di pinggiran masjid, aku duduk menanti santri kelas 1, sebutlah namanya Fay. Malam hari usai sholat jama'ah Isya memang aku manfaatkan untuk ngobrol dengan beberapa santri. Si cantik berkacamata itu duduk di tangga agak bawah dari tempat dudukku. "Bagaimana kabarnya Fay?" Sapaku. Ku pegang bahunya, diapun senyum-senyum sambil merapihkan mukenah yang dia pakai. "Alhamdulillah baik mis", jawabnya. Kamipun ngobrol berdua, di teras masjid dengan suasana sekitarnya masih penuh dengan santri yang sedang mutholaah di dalam masjid. "Kamu kenapa nggak betah di pondok?" Tanyaku mengawali obrolan kami. Seketika itu wajah Fay berubah menjadi sedih. "Ya begitulah, Mis", jawabnya seolah pasrah. Akupun bertanya tentang awal mula dia mondok, serta cita-cita dia dimasa yang akan datang. Fay pun menceritakan bahwa saat awal mondok, dia punya keinginan sendiri. Diapun bercerita tentang keluarganya, bahwa setelah ayahnya meninggal, dia bercita-cita untuk meneru...